Puisi Fisika
PUISI FISIKA
Pernahkah engkau merasa seperti seorang pecinta senja,
merasa diam, termenung,
kemudian serasa berat menghembuskan nafas,
dan tiba-tiba muncul sebuah senyuman,
atau sesuatu yang memberatkan hati?
Itu artinya mungkin engkau mendambakan sesuatu dibalik kata senja
seakan ada harapan yang tersimpan, mungkin tertinggal
Saat ada teman disampingku,
Aku ingin berkata,
Alam memang kejadian fisika paling indah
Mereka bercerita tentang suatu perjalanan di masa lalu,
Tentang persahabatan yang menyayangi satu sama lain,
Kemudian tentang kasih sayang yang bisa berbalas atau bertepuk sebelah tangan,
Ada juga tentang kesuksesan dan pengakuan yang didambakan untuk datang,
Cerita itu banyak terjadi,
Namun indah saat kita mengetahui bahwa setiap apa yang alam jadikan itu memiliki maknanya sendiri,
Tanpa akal, hati tak akan bisa mengerti,
Namun tanpa hati, akal tak akan mau memahami
Dari senja ku mulai menyadari sesuatu
Bahwa akal dan hati bukanlah awal dari segalanya,
Tapi kebijaksanaanlah yang membuat orang-orang memiliki nilai yang mereka genggam erat-erat,
sehingga dari nilai itulah orang-orang bisa menggunakan akal dan hatinya dengan benar,
kemudian berani untuk berterus terang menanggapi sesuatu dengan sikapnya
Dari semua hal yang pernah terjadi,
Maka kan kutuliskan pula cerita senjaku sendiri,
Puisi Fisika-ku sendiri,
Dari cerita yang penuh rasa suka dan duka,
dari bahagia yang menjadi kenangan yang indah,
dan dari luka yang terlanjur membekas di dalam hati.
Muilyasa - Puisika
*Nantikan ulasan fisika perbaitnya
Pernahkah engkau merasa seperti seorang pecinta senja,
merasa diam, termenung,
kemudian serasa berat menghembuskan nafas,
dan tiba-tiba muncul sebuah senyuman,
atau sesuatu yang memberatkan hati?
Itu artinya mungkin engkau mendambakan sesuatu dibalik kata senja
seakan ada harapan yang tersimpan, mungkin tertinggal
Saat ada teman disampingku,
Aku ingin berkata,
Alam memang kejadian fisika paling indah
Mereka bercerita tentang suatu perjalanan di masa lalu,
Tentang persahabatan yang menyayangi satu sama lain,
Kemudian tentang kasih sayang yang bisa berbalas atau bertepuk sebelah tangan,
Ada juga tentang kesuksesan dan pengakuan yang didambakan untuk datang,
Cerita itu banyak terjadi,
Namun indah saat kita mengetahui bahwa setiap apa yang alam jadikan itu memiliki maknanya sendiri,
Tanpa akal, hati tak akan bisa mengerti,
Namun tanpa hati, akal tak akan mau memahami
Dari senja ku mulai menyadari sesuatu
Bahwa akal dan hati bukanlah awal dari segalanya,
Tapi kebijaksanaanlah yang membuat orang-orang memiliki nilai yang mereka genggam erat-erat,
sehingga dari nilai itulah orang-orang bisa menggunakan akal dan hatinya dengan benar,
kemudian berani untuk berterus terang menanggapi sesuatu dengan sikapnya
Dari semua hal yang pernah terjadi,
Maka kan kutuliskan pula cerita senjaku sendiri,
Puisi Fisika-ku sendiri,
Dari cerita yang penuh rasa suka dan duka,
dari bahagia yang menjadi kenangan yang indah,
dan dari luka yang terlanjur membekas di dalam hati.
Muilyasa - Puisika
*Nantikan ulasan fisika perbaitnya
Komentar
Posting Komentar